"Aku memang penggemar kopi" jelas Professor Kimia itu sambil menyeruput kopi panas yang baru saja dihidangkan oleh seorang pelayan bar di lantai 8 hotel Acacia. Aku juga ikut2an memesan kopi pahit mencoba mengikuti gaya seruput sang professor, siapa tau nasib professornya bisa pula melekat disisa kehidupanku. "mmmh... srupppp" terdengar jelas suara dua tiga seruput kopi hangatku, professor dan seorang temanku yang juga ikut menemui sang Professor Kimia. Sore yang mendung disertai hujan deras di pusat kota Jakarta itu membuat pembicaraan sedikit terasa kaku dan formil. Apalagi pertemuan saya dengan Professor Susanto Imam Rahayu ini adalah pertemuan dua generasi yang berbeda yang tidak disengaja. Berawal dari salah seorang pegiat MSI (Masyarakat Skoliosis Indonesia) yang menghubungi saya dan menceritakan bahwa ternyata dalam realita seorang penderita skoliosis mampu berprestasi dan mencapai karier tertinggi di bidang yang digelutinya dan tetap mampu hidup tanpa sakit2an di usia 74 tahun. Ehem ......Tidak tanggung-tanggung Professor Susanto Imam Rahayu adalah salah seorang Professor Kimia di ITB Bandung yang juga berkecimpung banyak didunia pendidikan tinggi Indonesia. Kalau Anda dulu pernah mengikuti UMPTN maka soal-soal kimia yang Anda kerjakan adalah soal2 yang dibuat oleh beliau.Buat saya sebagaai seorang praktisi kedokteran yang begitu konsern dengan kasus-kasus skoliosis tentu hal ini sangat membuat surprise dan ingin menggali bagaimana gaya hidup seorang penderita skoliosis bisa mencapai suatu prestasi tertinggi yang orang normal pun mungkin sangat sulit mencapainya. "Saya menyadari bahwa saya menderita skoliosis sejak SMA sekitar tahun 1950 an" begitu Professor Imam memulai pembicaraan "Dan asal Anda tahu bahwa pada saat itu belum ada dokter orthopaedi di Indonesia apalagi dokter ahli tulang belakang yang mampu mengoperasi tulang belakang seperti sekarang ini." Professor Imam mencoba mengingat masa-masa muda nya. "Dan mungkin karena saya laki2, saya tidak pernah merasa terganggu dengan kondisi tulang belakang yang bengkok walaupun sesungguhnya kadang2 saya agak merasa risih untuk buka baju ditengah teman2. Saya memang jadi tidak suka berenang hanya karena berenang harus membuka baju. Sementara olah raga lain seperti sepak bola, bulutangkis dan lainnya saya merasa tidak terganggu sama sekali." Professor Imam dengan lugas memulai pembicaraan mengenai skoliosis yang dideritanya bertahun-tahun tanpa rasa gangguan sedikitpun dan tidak menghalangi beliau berprestasi tinggi dan bahkan mencapai jenjang karier tinggi di perguruan tinggi terkenal di Indonesia. Selama kurang lebih 2 jam kami berbincang-bincang mulai dari topik ringan berbicara tentang masa remaja sampai pada kasus serius mengenai sistem kesehatan dan sistem pendidikan Indonesia yang menurut beliau sangat perlu idealisme anak2 muda dan masalah skoliosis beliau sendiri. Saya tidak melihat sedikitpun kekurangan dalam hal kualitas hidup pada diri beliau. Bahkan saya melihat seorang sosok yang dapat menjadi contoh bagi seorang penderita skoliosis yang masih muda yang tidak perlu dilakukan operasi. "Galilah potensi Anda dan tonjolkan potensi itu agar Anda bisa melupakan bahwa diri Anda menderita skoliosis" Nasehat beliau ketika pembicaraan kami berakhir, sementara hujan diluar mulai berhenti diiringi suara Azan Maghrib yang bersahutan dibeberapa mesjid di sekitar Hotel Acacia. Kami akan sampaikan Nasehatmu Professor......
 | the show must go on, hidup akan tetap & terus berjalan, tinggal bagaimana kita menghadapinya. Prof. Santo telah membuka diri & memberi contoh nyata pada kita semua, semoga cerita ini bisa memberi 'pencerahan' & menginspirasi semua skolioser di manapun mereka berada.. |
 | Hmm... sebuah kisah yg sangat mengagumkan dan menginspirasi banyak orang untuk tetap "survive" disaat kondisi skoliosis makin memperlambat aktifitas dan memperlemah semangat hidup. Always be "Survive". |
 | Pak Dokter tolong saya...... Saya sedang bingung...dengan pendapat yang tidak jelas, mohon pencerahannya Apakah terapi dengan berenang baik itu gaya bebas maupun gaya punggung dapat menyembuhkan scoliosis Ada beberapa pendapat dari beberapa pakar yang menyatakan sebagai berikut : "......itu jawaban aman dari mayoritas dokter seputar ketidak tahuan mereka tentang penanganan skoliosis di luar disiplin ilmu mereka. Secara logika, penderita skoliosis hanya akan berenang sesuai dengan sisi terkuat tubuh mereka. Sehingga otomatis penderita skoliosis akan menebalkan sisi dominan sesuai dengan pertumbuhan tulang punggung mereka......" statement ini saya kutip dari blogger bung Erikar Jakarta Do Yoga Tetapi selama ini, yang saya pantau dari beberapa komentar di Forum Masyarakat Skoliosis...renang itu bagus untuk terapi penyembuhan skoliosis Jujur...dok...aku jadi bingung mana yang benar Mohon pencerahannya
|
 | Gak usah bingung pak.... pertama kenali dulu detil skoliosis yang Anda derita. Statement yang dilontarkan hanyalah bersifat umum dan tidak berlaku detil pada setiap kasus skoliosis. Terminologi sembuh sebenarnya tidak tepat kita gunakan pada kasus skoliosis karena kelainan skoliosis adalah kelainan bentuk susunan tulang belakang yang seharusnya berbentuk lurus dari depana atau belakan dan berbentuk seperti huruf s bila dilihat dari samping. Kelainan skoliosis saat ini diyakini sebagai kelainan tiga dimensi yang dilatarbelakangi oleh berbagai kelainan pada level sel, jaringan dan organ. Seharusnya terapi atau tindakan pengobatan ditujukan untuk menyusun kembali tumpukan tulang2 belakang itu sesuai dengan normalnya dia dengan memperhatikan penyakit yang mendasarinya. Jadi sesungguhnya Anda tidak perlu bingung. Masalah renang saya kira tidak ada yang berani mengatakan dapat memberikan dampak koreksi pada skoliosis apalagi menyembuhkan skoliosis itu sendiri. Renang diyakini hanya mampu memperlambat progresifitas skoliosis. Mengenai bung Erikar Jakarta Do Yoga yang anda sebut terus terang sudut pandang skoliosis antara saya dengan dia barangkali berbeda. Terminologi nya juga saya kira sangat mungkin berbeda. Barangkali itu yang dapat saya jelaskan sedikit. |
 | hmmm...semakin menarik, nyambung lagi yah Pak dokter jujur saya orang awam dengan masalah scoliosis dan pengetahuan saya hanya mengandalkan jurnal yang bapak buat ini plus komentar-komentar yang termaktub di Forum Masyarakat Skoliosis Indonesia..., kalo saya rangkum bahwa untuk terapi skoliosis ini (mohon di koreksi Pak Dokter kalau saya keliru) ada 3 macam : 1. Olah tubuh termasuk disini renang dan Yoga 2. Pemasangan Brace dan yang terakhir 3. Operasi, benar khan yah pak dokter pemahamanku??? sedangkan operasi itu merupakan jalan terakhir yang dilakukan setelah upaya olah tubuh tidak berhasil atau memang penderita skoliosis perlu dilakukan penanganan yang cepat karena derajat kemiringannya sangat besar dan dapat membahayakan organ-organ tubuh lainnya, misalnya jantung atau paru-paru jadi saya sampai pada satu kesimulan : usahakan terlebih dahulu terapi olah tubuh untuk mengatasi skoliosis ini baru kalo nanti kalo sudah "mentok" atau derajat kemiringannya makin bertambah baru kita ambil jalan terakhir dengan operasi (mohon dikoreksi pemahamanku,dok...) terima kasih |
 | ya kira2 begitu pak. Namun ada satu step yang tertinggal yaitu mengetahui detil skoliosis itu sebelum dilakukan apapun tindakan pengobatannya. Dan untuk mengetahui ini tentu harus pada orang yang mengerti dan konsern.. |
 | bh34d wrote on Jul 10, '09 dok saya mo nanya. kalau posisi tidur yang baik untuk penderita skoliosis itu bagaimana yang baiknya. apakah harus telentang dalam artian lurus (sedangkan penderita skolisosis mempunyai punggung yang tinggi sebelah )atau menyamping. Bila menyamping apakah harus berlawanan dengan punggung yang dideritanya (misalnya punggung kanannya yang tinggi sebelah maka harus miring ke sebelah kiri atau bagaimana) |
Comment deleted at the request of the author.
 | I am a skolioser too..... hah....sedih, sebel, kesel, bingung............. but luckyly... I met MSI.... dan dr.salim dgn tulisan2nya yg membuka mata dan telinga saya..... segala sesuatu pasti ada jalan keluarnya.... face it!!!!!
best regards |
 | terima kasih pak abdulmujib33... hayoh... kita face it rame rame... keroyokan.. |
 | gabung pak abdulmujib33 kalau ada ketemuan MSI... |
 | aku juga kena skoliosis gimana caranya mau jadi member |
 | apa yang harus saya lakukan saya takut sekali dengan keadaan ini.. |
 | diskusikan masalah yang kamu hadapi dengan ahlinya.... perlu effort juga mendapatkan seorang ahli yang tepat buat kita...
rahyussalim |
 | pak, apa dengan menjalani terapi derjat kmiringan scoliosis bisa berkurang? atau terapi itu hanya agar derjatnya tidak bertambah? apakah penderita kan mengalami kesulitan saat hamil dan melahirkan? |
 | rahyussalim wrote on Apr 18, '10, edited on Apr 18, '10 smalbie yth, maksudnya terapi apa??? alternative atau medik?? kalau maksudnya medik, apa konservativ atau operatif? Hal ini penting diklarifikasi dulu.
tergantung pada jenis dan besar skoliosis dst... tindakan koreksi tidak bisa dicapai dengan non operatif. Sejauh ini skoliosis tidak mempengaruhi kehamilan dan melahirkan, justru sebaliknya kehamilan akan memperburuk kondisi skoliosis (kurva makin besar, progresnya juga nambah)
rahyussalim |
 | thanks,,,,, menambah semangat hidup bagi ku yg juga skolioser!!! |
 | saya juga menderita skoliosis, tapi derajatnya tidak terlalu besar. dan hal itu saya ketahui stlah umur 21th. karna saya srng mrasakan nyeri pada bagian torakolumbal jika duduk terlalu lama, dan bawa beban berat. yang ingin saya tanyakan, berbahaya g jika saya selalu mengkonsumsi obat untuk menghilangkan nyeri saya? ada terapi yang lain untuk mengurangi nyeri?
|
 | saya punya saran untuk posisi tidur, ini biasanya saya lakukan kalo punggung kanan yg lbh menonjol itu pueggelll krn aktivitas seharian. Bagian yg kanan itu saya kasi ganjalan buku dgn hardcover, misalnya buku harian atau bahkan buku TA orang (dulu jamannya nyusun skripsi), kalo miring ke kananpun tetap di ganjalan itu, atau punggung di ganjal bantal lbh tinggi dr pinggang, alhamdulillah paginya berasa "lurus" dan pegelnya ilang. Tapi yaa bgtu capek lagi ya ilang "lurus"nya, hehehe.... |
 | kan pake tanda kutip dok, bukan bener2 lurus, tapi berasa "lurus", yaahh sesaat sih, paling ngga bangun tidur jadi seger dan pegelnya ilang di punggung itu, namanya sugesti mah ga bisa dijelaskan dengan akal sehat dok, hehe... saya pasien dr.Daly dan dr.Husodo yang udah dikoreksi, nama saya Novita Ganestyawati, terakhir cek up tahunan sama dokter di RSPP januari lalu |
 | oh.... terima kasih atas penjelasannya. Salam buat teman2 di Bandung
rahyussalim |
 | dok,kehamilan bisa memperburuk skoliosis? jadi apa solusinya? tidak boleh hamil kah? :"( |
 | dok,kehamilan bisa memperburuk skoliosis? jadi apa solusinya? tidak boleh hamil kah? :"(  halo mba natsha, Selama sepengalaman saya sbg skolioser lbh dr 40 derajat sejak SMA hingga akhirnya dioperasi di usia 27th, kehamilan ga semenakutkan yang dibayangkan para skolioser lain kok, saya punya 3 anak, mereka dekat2 lahirnya, dan alhamdulillah lahir secara normal semua tanpa jahitan (kecuali yg kedua, itupun krn kesenggol tangan bidan), sebenernya selama kita menjaga postur badan dengan ga dibiasakan bungkuk saat berjalan atau duduk, skoli ga akan bertambah parah dgn cepat, senam hamil bisa jadi solusi kalo timbul nyeri2 atau linu yang tidak diharapkan, aktivitas bisa dilakukan seperti biasa. Support keluarga memang sangat penting, positive thinking lebih penting lagi. Saya baru dikoreksi/dioperasi setelah bayi ketiga selesai ASIX, itupun setelah skoli saya menjadi 55 derajat dan timbul nyeri terus menerus yang sangat mengganggu di sepanjang leher hingga panggul. Tapi selebihnya, semuanya masih baik2 saja, alhamdulillah.... |
 | terima kasih jawabannya mbak ganestya.. Saya sangat sependapat dengan Anda. Follow kami terhadapa pasien skoliosis memiliki pengalaman yang kurang lebih sama dengan mb ganestya. Jadi sesungguhnya yang mau hamil silakan saja. Berkonsultasi pada dokter yang mengerti dan paham apa dan bagaimana skoliosis Anda jauh sangat penting.
rahyussalim |
 | dok apakah bersepeda aman bagi penderita scoliosis? |
| |